Tags
Pernah punya buku binder? Buku ini popular sekali waktu saya SD. Menjadi tempat koleksi untuk berbagai macam kertas surat yang cantik. Namun ketika masa-masa kuliah, buku binder sering digunakan untuk mencatat penjelasan dosen di kelas. Selain lebih ringkas, buku binder memiliki kertas pembatas sehingga memungkinkan kita untuk memilah-milah catatan sesuai dengan mata kuliah.
Anda tahu? Hidup kita sebenarnya tak ubah seperti buku binder. Jumlah kertasnya adalah umur yang ditetapkan Tuhan oleh kita. Sedangkan lembar pemisahnya adalah lembaran transisi menuju lembar putih berikutnya. Lembar transisi ini bisa berwarna warni, sesuai dengan episode transisi yang kita jalani. Ia bisa merupakan sebuah luka, duka, ataupun dosa. Namun tak jarang lembar transisi ini berupa sebuah anugrah, kesempatan dan kebahagiaan yang diberikan oleh Tuhan.
Terkadang lembar transisi ini bisa berlembar-lembar, tergantung dari bagaimana kita akan menyikapi transisi tersebut. Tulisan ini akan mengawali cerita saya dalam memandang sebuah transisi. Saya tidak berharap cerita saya akan bisa menjadi ‘sesuatu’ untuk orang lain. Ini adalah salah satu cara saya dalam menghadapi sebuah masa transisi; menuliskannya.
